MAKALAH
Tentang
PERILAKU TERPUJI
(PERSATUAN DAN KERUKUNAN)
Di Susun Oleh:
Kelompok : I
1.
Visca
Pratiwi
2.
Ikfa
Amria
3.
Fenny
Azlina
4.
Jumelia
Santika
5.
Weccy
oktaria
6.
Satriana
7.
Mulyana
sri wulandari
8.
Prandes
dwi arisky
9. Bustia plandra
Kelas : XII IPA 4`
Guru Pembimbing:
Drs. AFLIZAR
NIP. 19671222 199601 1 001
Kelas : XII IPA 4`
Guru Pembimbing:
Drs. AFLIZAR
NIP. 19671222 199601 1 001
SMA N. 4 SUNGAI PENUH
TAHUN AJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohim,
Alhamdulillah, segala
puji bagi Allah SWT yang telah memudahkan segala urusan hambanya sehingga
selesai juga makalah kami dalam pengkajian lks dari Bapak Drs. AFLIZAR tentang “PERILAKU TERPUJI
(PERSATUAN DAN KERUKUNAN)”. Dan tak lupa sholawat dan salam semoga tercurah pada
junjungan Nabi besar Muhammad SAW, beserta sahabat, keluarga dan seluruh
pengikutnya sampai akhir zaman.
Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini banyak
terdapat kekurangan dan kesalahan, untuk itu kami menerima saran-saran dan
kritik untuk penyempurnaan makalah ini di masa mendatang.
Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih dan memberikan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Guru pembimbing, Drs. AFLIZAR yang telah membantu kami
sehingga makalah ini dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
Sungai Penuh, 11 February 2015
Kelompok I
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
(COVER)…………………………………………………………….1
KATA PENGANTAR………………………………………………………………...........2
DARTAR ISI……………………………………………………………………….............3
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………….………….............4
1 Latar
Belakang……………………………………………………………………...4
2 Rumusan
Masalah…………………………………………………………………..4
3 Tujuan……………………………………………………………………………...4
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………............................5
1. Pengertian Persatuan Dan Kerukunan……………………………………..5
2. Dalil-Dalil Persatuan Dan
Kerukunan …………………………..………...5
3. Membiasakan Sikap Persatuan Dan Kerukunan………………………...…7
4. Nilai Positif Sikap Persatuan Dan Kerukunan……………………………...7
5. Kerukunan Umat Seagama……….………………………………...……..8
6. Kerukunan Umat Antaragama…………………………………………….8
7. Kerukunan Umat Dengan Pemerintah.,……………………………………9
BAB III PENUTUP……………………………………………………….…………..........10
1. Kesimpulan ……………………………………………………………….10
2. Saran…………………………………………………………...………....10
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………….........11
BAB I
PEMDAHULUAN
1. Latar Belakang
Persatuan merupakan suatu gabungan (ikatan,
kumpulan dan sebagainy), beberapa bagian yg sudah bersatu. Adapun rukun berarti
baik, damai, tidak bertengkar.
Persatuan dan Kerukunan sangat di perlukan dalam
kehidupan bermasyarakat sebab dengan terciptanya persatuan dan kerukunan dalam
suatu Negara akan menjadikan rakyat nyaman dan tentram dlm bekerja, menuntut
ilmu, melakasanakan ajaran agama, dan sebagainya.
Dengan adanya persatuan dan kerukunan antarsesama hidup akan terasa lebih damai.
Dengan adanya persatuan dan kerukunan antarsesama hidup akan terasa lebih damai.
2. Rumusan Masalah
1.1 Apa yang dimaksud dengan
Akhlak Persatuan dan kerukunan?
1.2 Jelaskan Dalil-dalil
tentang persatuan dan kesatuan!
1.3 Apa maksud dan tujuan Akhlak Persatuan dan Kerukunan.?
1.4 Bagaimana Contoh Perilaku Persatuan dan Kerukunan.?
1.5 Bagaimana Kerukunan Umat
beragama?
3. Tujuan
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan tujuan sebagai berikut.
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan tujuan sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui
pengertian Akhlak Persatuan dan Kerukunan.
2. Untuk menjelaskan dalil-dalil tentang Akhlak Persatuan dan
Kerukunan.
3. Untuk mengetahui maksud dan tujuan Akhlak Persatuan dan
Kerukunan.
4. Menjelaskan contoh Akhlak Persatuan
dan Kerukunan.
5. Menjelaskan Kerukunan umat beragama.
BAB II
PEMBAHASAN (ISI)
1. Pengertian Persatuan dan
Kerukunan
a. Pengertian Persatuan
Didalam
kamus besar bahasa Indonesia, arti persatuan adalah gabungan yang terdiri atas
bagian yang telah bersatu. Umat islam, kususnya di Indonesia hidup rukun dan
damai, maka Insyaallah persatuan bangsa Indonesia akan dapat terwujud.
b. Pengertian Kerukunan
Didalam
kamus besar bahasa Indonesia, kata dasar kerukunan adalah rukun yang artinya
hubungan persahabatan, damai dan tidak saling berselisih. Oleh karena itu tugas
pemimpin didalam pemerintah antara lain adalah berusaha menciptakan kerukunan
hidup beragama.
Dengan
demikian persatuan dan kerukunan merupakan gabungan dari berbagai macam unsur
yang berbeda yang diikat menjadi satu ikatan yang menyatu yang lebih
mengutamakan aspek kesamaan dibandingkan perbedaan. Dengan kata lain berbicara
persatuan dan kerukunan berarti lebih banyak berbicara kesamaan dan
mengesampingkan perbedaan.
Persatuan
dan kerukunan merupakan aspek penting kehidupan. Rasulullah yang mampu
menyatukan kaum anshar dan muhajirin yang memiliki latar bekakang perbedaan
baik secara sosial, politik, geografis maupun secara budaya. Secara perbedaan
itu beliau ikat dalam ikatan keimanan yang ternyata jauh lebih kokoh dan abadi
dibandingkan dengan ikatan-ikatan primordialisme (dasar) yang lainnya. Bahkan
jauh lebih kuat dibandingkan ikatan darah sekalipun. Ikatan keimanan ini kemudian
tumbuh menjadi ukhuwah islamiyah yang sebuah istilah menunjukkan persaudaraan
antara sesama muslim diseluruh dunia tanpa melihat perbedaan warna kulit,
bahasa, suku, bangsa dan kewarganegaraan.
2. Dalil-Dalil
Persatuan dan Kerukunan
Persatuan artinya yang berbeda itu menjadi satu menyatu dalam satu tujuan, satu cta-cita yang disepakati bersama, dan untuk dapat bersatu mutlak diperlukan kerukunan, kesetiakawanan dan persaudaraan.
Persatuan artinya yang berbeda itu menjadi satu menyatu dalam satu tujuan, satu cta-cita yang disepakati bersama, dan untuk dapat bersatu mutlak diperlukan kerukunan, kesetiakawanan dan persaudaraan.
Dalam khazanah keilmuan Islam
pengertian persatuan biasanya merujuk pada ayat-ayat Al Qur’an antara
lain sebagai berikut:
وَاعْتَصِمُواْ بِحَــــــــــبْلِ اللّهِ
جَمِــــــــــــــــيْعاً وَلاَ تَفَـــــــــرَّقُواْ وَاذْكُــــرُواْ نِعْمَتَ
اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْــتُم
بِنِعْمَتِــــــــــــهِ إِخْــــــــوَانًا. ال عمران
Artinya : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada
tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat
Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka
Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat-nikmat
Allah orang-orang yang bersaudara.”. QS. Ali Imran : 103
Ayat diatas mengisyaratkan dan
memerintahkan pada umat Islam untuk bersatu berpegang teguh pada Agama Allah
swt. dan jangan bercerai berai, ibarat jari tangan bila ia menyatu maka akan
dapat bermanfaat secara optimal, bisa untuk makan dan sebagainya, walaupun bila
sendiri-sendiri setiap jari tangan memiliki manfaat berbeda.
A. Surat al Hujurat : 13
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ
شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ
أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌالحجرات : 13
B. Mufrodat
Menjadikan,
membuat, menciptakan kalian[1]
|
:
|
خَلَقْنَاكُمْ
|
Laki-laki,
jantan[2]
|
:
|
ذَكَرٍ
|
Perempuan,
betina [3]
|
:
|
أنْثَى
|
Membuat,
menjadikan, menciptakan[4]kalian
|
:
|
جَعَلْنَكُمْ
|
Beberapa
suku yang besar, beberapa bangsa[5]
|
:
|
شُعُوْبًا
|
Bersuku-suku[6]
|
:
|
قَبَا ئِلُ
|
Saling
berkenalan[7]
|
:
|
تَعَارَفُوْا
|
Paling
Mulia diantara kalian[8]
|
:
|
أَكْرَمَكُمْ
|
orang
yang paling taqwa diantara kalian[9]
|
:
|
أَتْقَاكُمْ
|
Maha
Mengenal [10]
|
:
|
خَبِىْرٌ
|
C. Terjemah
Artinya
:
“Hai manusia, Sesungguhnya Kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan
kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang
yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha
Mengenal.”[11]
Dari ayat diatas apa yang menyebabkan runtuhnya persatuan
dan kerukunan?
a) Memperolok-olok orang lain baik laki-laki maupun perempuan
b) Mencaci orang lain dengan kata-kata yang menyakitkan
c) Memanggil orang lain dengan gelar-gelar yang tidak disukai
d) Berburuk sangka, e) Mencari
kesalahan orang lain, danf) Menggunjing.
3.
Membiasakan
Sikap Persatuan dan Kerukunan
Pada umum nya manusia
cenderung di kuasai oleh hawa nafsu untuk merasa menang dan benar sendiri dalam
berbagai hal. Supaya persatuan dan kerukunan dapat tegak dengan kokoh
diperlukan empat tiang penyangga yaitu hal-hal berikut :
a. Ta’aruf,
yaitu saling kenal mengenal yang tidak hanya bersifat fisik atau biodata
ringkas belaka, tetapi lebih jauh lagi menyangkut latar belakang pendidikan,
budaya, keagamaan, pemikiran, ide-ide, cita-cita, serta problema hidup yang di
alami.
b. Tafahum,
yaitu saling memahami kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan masing –
masing, sehingga segala macam bentuk kesalahpahaman dapat di hindari.
c. Ta’awun,
yaitu tolong menolong dimana yang kuat menolong yang lemah dan yang memiliki
kelebihan menolong orang yang kekurangan.
d. Takaful,
yaitu saling memberikan jaminan, sehingga menimbul kan rasa aman, tidak
ada rasa kekhawatiran dan kecemasan menghadapi hidup ini, karena ada jaminan
dari semua saudara untuk memberikan pertolongan yang diperlukan dalam menjalani
hidup.
Untuk mewujudkan ukhuwah islamiyyah, para pemimpin Islam,
para ulama, tokoh masyarakat, dan para cendikiawan hendaknya mempunyai kesamaan
visi dalam tiga hal yaitu wawasan keagamaan, wawasan kemasyarakatan, dan
wawasan universal.
4. Nilai
Positif Sikap Persatuan dan Kerukunan
Mengandung manfaat atau hikmah yang cukup besar bagi setiap
orang yang mengamal kanny, antara lain.
a. Persatuan dan kerukunan umat merupakan
awal dan fondasi terjalin nya ukhuwah dalam masyarakat.
b. Memperkukuh persatuan dan kesatuan yang
menjadi syarat mutlak untuk mencapai cita-cita yang tinggi dan mulia.
c. Memudahkan seseorang untuk mengais
rezeki, sebab dengan sikap ini akan menjadikan kehidupan tenang serta membangun
kerjasama dan merentas jalan untuk memperoleh rezeki.
d. Menimbulkan ketentraman dan kedamaian
dalam hidup bermasyarakat.
e. Menjadi pilar utama untuk memberdayakan
potensi dan membangun masyarakat kea rah yang lebih maju dan berperadaban.
f. Menjadi tolak ukur solidaritas
kemanusiaan yang akan mengantar kan kea rah kesejehteraan kehidupan dalam
bermasyarakat.
g. Memiliki dampak bagi terciptanya
masyarakat yang beradab dan sebagai sarana mendapat rahmat Allah.
5. Kerukunan Umat Seagama
Rasulullah Muhammad SAW
diutus oleh Allah bukan hanya untuk bangsa arab saja, melainkan untuk seluruh
manusia dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Firman Allah :
Artinya : “Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu semua”, ….. (Q.S. Al A’rof {7} : 158 )
Dalam perkembanganya, agama Islam diterima oleh masyarakat yang berbeda suku, bangsa dan budaya. perberbedaan pengetauan dan pemahaman masing-masing suku dan bangsa, mendorong munculnya beberapa aliran dalam agama. Dalam bidang figh terdapat empat madzhab yang sangat populer yaitu ; madzab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Keempat madzhab tersebut masing-masing mempunyai banyak pengikutnya, termasuk bangsa Indonesia. Dalam aqidah terdapat aliran Jabariyah, qodariyah dan Asy’ariyah, dalam organisasi kemasyarakatan Islam ada Nahdlotul Ulama’, Muhamadiyah, Persis dan lain sebagainya. Perbedaan paham tersebut adalah merupakan dinamika umat Islam, sehingga islam benar-benar menjadi rahmatan lil ’alamin. Perbedaan paham bukan menjadi penyebab permusuhan dan perpecahan umat. Rasulullah SAW telah bersabda yang artinya “ perbedaan pendapat pada umat-Ku hendaknya menjadi rahmat”. Dan Allah SWT berfirman :
Artinya : “ Sesungguhnya (agama Tauhid) Ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah Aku”. ( Q.S. Al Anbiya’ {21} : 92 ).
Artinya : “Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu semua”, ….. (Q.S. Al A’rof {7} : 158 )
Dalam perkembanganya, agama Islam diterima oleh masyarakat yang berbeda suku, bangsa dan budaya. perberbedaan pengetauan dan pemahaman masing-masing suku dan bangsa, mendorong munculnya beberapa aliran dalam agama. Dalam bidang figh terdapat empat madzhab yang sangat populer yaitu ; madzab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Keempat madzhab tersebut masing-masing mempunyai banyak pengikutnya, termasuk bangsa Indonesia. Dalam aqidah terdapat aliran Jabariyah, qodariyah dan Asy’ariyah, dalam organisasi kemasyarakatan Islam ada Nahdlotul Ulama’, Muhamadiyah, Persis dan lain sebagainya. Perbedaan paham tersebut adalah merupakan dinamika umat Islam, sehingga islam benar-benar menjadi rahmatan lil ’alamin. Perbedaan paham bukan menjadi penyebab permusuhan dan perpecahan umat. Rasulullah SAW telah bersabda yang artinya “ perbedaan pendapat pada umat-Ku hendaknya menjadi rahmat”. Dan Allah SWT berfirman :
Artinya : “ Sesungguhnya (agama Tauhid) Ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah Aku”. ( Q.S. Al Anbiya’ {21} : 92 ).
6. Kerukunan Umat Antaragama
Toleransi
antar umat beragama telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rosulullah SAW kepada
para shahabat dan seluruh umat-Nya. Misalnya pada masa selesai peranga badar,
pasukan muslim telah berhasil menawan pasukan kafir, banyak para shahabat yang
menginginkan tawanan tersebut dibunuh, namun kebijakan Rasul berbeda justru
Rasul meminta agar tawanan-tawanan perang itu dibebaskan.
Agama Islam membolehkan umatnya untuk berhubungan denga pemeluk agama lain, bahkan toleransi antar umat beragama sangat dianjurkan oleh Rosulullah SAW. Batasan toleransi antar umat beragama yang dianjarkan oleh Rosul SAW adalah dalam batasan mu’amalah, yaitu hubungan kerja sama dalam hal kemanusiaan. Sedangkan toleransi yang menyangkut dalam hal ibadah dan aqidah Islam secara tegas melarangnya. Firman Allah :
Agama Islam membolehkan umatnya untuk berhubungan denga pemeluk agama lain, bahkan toleransi antar umat beragama sangat dianjurkan oleh Rosulullah SAW. Batasan toleransi antar umat beragama yang dianjarkan oleh Rosul SAW adalah dalam batasan mu’amalah, yaitu hubungan kerja sama dalam hal kemanusiaan. Sedangkan toleransi yang menyangkut dalam hal ibadah dan aqidah Islam secara tegas melarangnya. Firman Allah :
Artinya
: 1). Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, 2). Aku tidak akan menyembah apa
yang kamu sembah. 3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. 4). Dan
Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5). Dan kamu tidak
pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. 60. Untukmu agamamu, dan
untukkulah, agamaku." (Q.S. Al Kafirun {109} : 1 – 6 ).
Sikap
toleransi antar umat beragama dapat ditunjukkan melalui :
· Saling
menghargai dan menghormati ajaran masing-masing agama
· Menghormati
atau tidak melecehkan simbol-simbol maupun kitab suci masing-masing agama.
· Tidak
mengotori atau merusak tempat ibadah agama oranga lain, serta ikut menjaga
ketertiban dan ketenangan kegiatan keagamaan.
7. Kerukunan Umat Dengan
Pemerintah
Menurut
istilah agama Islam pemerinth disebut ulil amri (yang memiliki kekuasaan atau
mengurusi). Menurut ahli tafsir ulil amri adalah orang-orang yang memegang
kekuasaan diantara mereka (umat Islam), yang meliputi pemerintah, penguasa,
alim ulama dan pemimpin lainnya. Islam mengajarkan kepada umatnya,
bahwa mentaati pemerintah nilainya sama dengan mentaati Allah dan Rasulnya.
Firman Allah :
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu…… (Q.S. An Nisa’ {4} : 59).
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu…… (Q.S. An Nisa’ {4} : 59).
Ayat tersebut mewajibkan setiap umat Islam wajib patuh
kepada pemerintah, patuh pada peraturan perundangan yang telah ditetapkan oleh
pemerinatah, selama peraturan tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran
agama. Tetapi jika terdapat peraturan yang tidak sejalan dengan prinsip ajaran
agama, umat Islam wajib mengingatkan dengan cara-cara yang baik dan bijaksana.
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
1. Persatuan secara
istilah artinya bentuk kecendrungan manusia yang di wujud kan dalm bentuk
kegiatan melakukan pengelompokan sesama manusia menurut ikatan tertentu untuk
mencapai tujuan.
2. Kerukunan secara
istilah artinya satu tata pikiran atau sikap hidup yang menunjuk kan kesabaran
atau kelapangan dada menghadapi pikiran,pendapat.
2.
SARAN
Mudah-mudahan
makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan bagi pembaca semuanya.
Serta diharapkan, dengan diselesaikannya makalah ini, baik pembaca maupun
penyusun dapat menerapkan akhlak yang baik dan sesuai dengan ajaran islam dalam
kehidupan sehari-hari. Walaupun tidak sesempurna Nabi Muhammad S.A.W ,
setidaknya kita termasuk kedalam golongan kaumnya.
Daftar Pustaka
2.
http://nnureka.blogspot.com/2013/10/makalah-pai-persatuan-dan-kerukunan.html
